No.
|
Perihal
|
Penjelasan
|
1.
|
Pengertian
|
|
2.
|
Bahan
|
Bahan Logam (Umumnya tembaga, besi
dan perunggu)
|
3.
|
Daerah
Asal
|
Vietnam
|
4.
|
Periode
/ Waktu
|
1500
SM - 500 SM
|
5.
|
Fungsi
Alat yang Dibuat
|
· Sebagai alat penunjang kehidupan manusia. Alat hasil kebudayaan Dong
Son dapat digunakan untuk alat-alat rumah tangga, sebagai alat berburu dan
alat untuk beternak atau bertani.
·
Sebagai alat untuk kebutuhan upacara / ritual
·
Sebagai perhiasan
·
Sebagai alat untuk menunjukkan status sosial
|
6.
|
Teknik
Pembuatan
|
1.
Teknik Bivalve (Setangkap)
Teknik ini menggunakan 2
cetakkan yang dirapatkan. Cetakan terbuat dari tanah liat yang dikeringkan, dibakar, dan diberi lubang yang
berfungsi untuk memasukkan cairan logam. Setelah cairan logam dingin,
cetakkan dibuka. Cetakan ini dapat dipergunakan berkali-kali.
2.
Teknik A Cire Perdue (Cetakan lilin)
Teknik ini diawali dengan
membuat bentuk benda logam dari lilin yang berisi tanah liat sebagai intinya. Setelah itu
diberi lubang dan dijemur agar mengeras kemudian dibakar. Masukkan cairan
logam tunggu, hingga
dingin. Cara mengeluarkannya dipecah. Sehingga cetakan tadi hanya bisa
dipakai satu kali saja.
|
7.
|
Ciri
Khas Kebudayaan
|
·
Alat-alat yang dibuat umumnya terbuat dari logam
·
Kebudayaannya dipengaruhi oleh berbagai aliran. Ini tampak dari
artefak kehidupan sehari-hari ataupun peralatan bersifat ritual yang sangat
rumit.
|
8.
|
Hubungan
dengan Indonesia
|
Penyebaran kebudayaan Dong Son
menyebabkan terbaginya kebudayaan di Indonesia menjadi 2, yaitu:
Kebudayaan Dong Son
sampai ke Indonesia melalui jalur Barat, yaitu Semenanjung Malaya. Pembawa kebudayaan ini adalah bangsa Austronesia. Pendapat tentang
kebudayaan Dong Son, sampai
kepulauan Indonesia terbagi dalam 2 tahap:
·
Zaman Neolitikum, berlangsung kurang lebih sejak 2000 SM, merupakan zaman
batu tulis, zaman kebudayaan kapak persegi
·
Zaman Perunggu, kurang lebih sejak 500 SM,
merupakan kebudayaan kapak corong,
nekara, dan candrasa.
|
9.
|
Contoh
Kebudayaan
|
·
Nekara
·
Patung-patung
·
Peralatan rumah tangga
·
Peralatan bertani
·
Peralatan berburu
·
Perhiasan-perhiasan
|
10.
|
Cara
Hidup Pendukung
|
·
Kapak corong
·
Candrasa
·
Nekara
·
Bejana perunggu
·
Arca-arca perunggu
·
Gerabah
·
Benda-benda besi
·
Hidup menetap diperkampungan
·
Berladang
·
Ada pembagian kerja
·
Menguasai ilmu perbintangan, pelayaran, perdagangan dan pertanian
·
Menguasai pelayaran dengan perahu bercadik
|
Jumat, 28 September 2012
KEBUDAYAAN DONG-SON
Jumat, 21 September 2012
Analisa Karya Seni Terapan Mancanegara
By: Edlin Prajnajaya / 13 / XI IPA 1
1. Restoran Cina

2. Lonceng
Longceng tersebut dipengaruhi budaya Cina. Lonceng tersebut memiliki banyak tulisan tulisan Cina, bentuknya tidak seperti stupa, tetapi seperti bunga.
Dari sisi patung Buddha, terlihat jelas bahwa Buddha tersebut membawa banyak ornamen yang merupakan ciri khas khusus patung Buddha Cina. Pada aliran Buddha di India, Buddha tidak memakai ornamen ornamen lain. Juga terlihat dari gaya rambut dan muka. Patung Buddha di Cina memiliki gaya rambut lain dengan yang di India, yang di India terlihat ikal ikalan bulat-bulat, yang Cina juga demikian tapi tidak terlalu kelihatan dan lebih terkesan renggang. Dari segi muka, yang di Cina terlihat lebih berisi dan yang di India terlihat kurang berisi. Ini berhubungan dengan jalur sejarah penyebaran agama Buddha.
Terdapat uang emas cina di puncak lonceng.
Naga juga memperjelas bahwa longceng tersebut telah terpengaruh budaya Cina, yang di pakai adalah naga Cina dan bukan naga barat.
Perbedaan naga tersebut adalah dari kakinya dan sayapnya. Naga Cina tidak memiliki sayap.
Penulis bersedia menerima kritik dan saran.
Langganan:
Postingan (Atom)